Bentuk, Prinsip dan Fungsi Pancasila

Resume Oleh Irfan Khanifudin S.Hum dari buku Islam Nusantara Karya Prof. Dr. M. Abdul Karim, Double M.A

Pancasila secara Bahasa berasal dari Bahasa Sangsekerta Panca = lima; Sila= asas, jadi Pancasila berarti lima asas atau pandangan hidup (weltanschauung), fundamental negara kebangsaan dan kesatuan republik Indonesia juga keseluruhan moral yang berupa sikap, tingkah laku, dan perbuatan masyarakat Indonesia yang terangkum dalam kelima sila Pancasila. Muhammad Natsir menyatakan; Pancasila sebagai dasar negara, bercorak ladiniyah, karena itu dikatakan sebagai sekuler, tidak mengakui wahyu sebagai sumbernya mengingat Pancasila adalah hasil penggalian dari masyarakat. Pendapatnya dikemukakannya dengan alasan historis-sosiologis: “mayoritas masyarakat Indonesia beragama Islam”. Dapat dipahami bahwa menurut Natsir, Negara berlandaskan Islam, karena ada penduduk Islam, sebaliknya jika agama Islam menjadi mayoritas, maka agama itu tidak dijadikan dasar Negara. Pemahaman serupa itu dikuatkan dengan kenyataan sejkarah; sejak datang pertama kali ke Indonesia, Islam menjadi salah satu sumber kekuatan politik di Nusantara.

Garuda Pancasila
sumber:www.google.com

Soekarno dalam berbagai kesempatan sering mengungkapkan bahwa “dialah penggali. Pancasila itu langsung dari bumi Indonesia sendiri”, karena katanya, ajaran itu “dari zaman dahulu sampai sekarang ini nyata selalu menjadi isu dari pada jiwa bangsa Indonesia”. Kalau Soekarno  menolak disebut sebagai pencipta Pancasila, tiada lain hanya karena sifat rendah dirinya. Seluruh masyarakat saat itu mengetahuinya bahwa yang gigih melontarkannya dalam suatu pidato, meskipun redaksinya mendapat perbaikan oleh pujangga Yamin.

Prinsip Pancasila, Prinsip dari kelima sila Pancasila, kalau diamati mempunyai kemiripan makna dengan prinsip yang terkandung dalam Al-Qur’an surat al-Fatihah. Sila pertama, Pancasila mempunyai makna yang sama dengan prinsip ajaran tauhid yang diambil dari ayat pertama, kedua dan ketiga surat al-Fatihah. Istilah tauhid apabila dibahas Indonesia akan menjadi meng Esakan Tuhan atau Ketuhanan Yang Maha Esa. Sila pertama juga mempunyai prinsip teologi yang menunjukkan bahwa bangsa Indonesia adalah homorelgiosi, bangsa yang beragama. Sila kedua, Pancasila mempunyai makna sama prinsip al-Wa’ad (janji baik) dan al-Wa’id 9janji buruk), yang diambil dari ayat 4 Surat al-Fatihah. Janji baik berarti janji pahala bagi siapa saja yang berbuat baik, sedangkan janji buruk mengancam siapa saja yang menyimpang dari bimbingan Allah. Kedua janji ini merupakan tuntutan yang ditujukan hanya kepada manusia, dengan kata lain merupakan hal yang bersangkut pada manusia atau kemanusiaan yang intinya sama dengan Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab. Prinsip kertiga, ialah ajaran ibadah dalam arti taat kepada Pencipta alam semesta dan isinya yang diambil dari ayat kelima. Prinsip ini mengarah kepada persatuan dalam arti manusia tidak berbeda dihadapan Maha Pencipta-Nya, karena semua makhluk mempunyai status yang satu; hamba yang menampakkan kesatuan ibadah hanya kepada Allah Swt. Prinsip ini termuat dalam sila ketiga Pancasila. Prinsip keempat adalah bimbingan hidayah kepada manusia untuk mencari kebenaran dengan jalan berpegang kepada wahyu yang dikembangkan dengan pemikiran yang diambil dari ayat keenam. Bimbingan hidayah ini didapat dengan jalan musyawarah dalam menghadapi berbagai permasalahan yang tidak diatur oleh wahyu. Prinsip kelima diambil dari ayat terakhir; qisas, kisah tentang bagaimana akhir kehidupan dialami oleh umat manusia dulu yang membuahkan cita-cita adanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Ir. Soekarno
sumber:www.google.com

Fungsi Pancasila

Dalam Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4), disebutkan bahwa Pancasila memiliki fungsi:

  1. Pancasila sebagai jiwa seluruh rakyat Indonesia. Artinya “jiwa” menunjukkan adanya sesuatu yang hidup; berkembang dari suatu saat ke saat lain. “Pancasila adalah jiwa seluruh rakyat Indonesia” menunjuk pada pengertian ‘yang menjadikan rakyat Indonesia Hidup’
  2. Pancasila sebagai landasan yang ideal. Karena Pancasila berkedudukan sebagai dasar filsafat Negara Republik Indonesia, maka tujuan dan cita-cita luhur bangsa Indonesia, yaitu masyarakat yang adil dan makmur, merata material maupun spiritual.
  3. Pancasila sebagai kepribadian bangsa Indonesia. Dalam pengertian ini manusia diartikan sebagai pribadi yang tak bisa dibagi lagi. Kepribadian bangsa Indonesia berarti ciri khusus yang boleh dikatakan juga sebagai karakter bangsa Indonesia, sehingga dapat dibedakan dengan bangsa lain. Kepribadian Indonesia seharusnya timbul dari diri sendiri, bukan tiruan dari bangsa lain.
  4. Pancasila sebagai alat pemersatu bangsa, artinya ia sebagai ideologi dapat mempersatukan masyarakat Indonesia.
  5. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia, berarti bahwa siapapun akan menyatakan; setiap bangsa Indonesia mempunyai way of life yang mereka pegang sebagai pandangan hidupnya masing-masing.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s